
Judul : Perempuan Berkalung Sorban
Penulis : Abidah Al Khalieqy
Penerbit : Arti Bumi Intaran
Novel ini bercerita tentang pengorbanan seorang perempuan yang merupakan anak Kyai Salafiah, sekaligus seorang ibu dan isteri. Annisa (23 tahun), seorang perempuan dengan pendirian kuat, cantik, dan cerdas. Annisa hidup dalam lingkungan keluarga kyai di Pesantren Salafiah Putri Al-Huda, Jombang, Jawa Timur. Pesantren tersebut merupakan pesantren yang kolot dan kaku. Baginya ilmu sejati dan benar hanyalah Quran, Hadist, dan sunnah. Ilmu lain yang diperoleh dari buku-buku apalagi buku modern dianggap menyimpang, karena itulah para santri, termasuk Annisa dilarang membaca buku-buku tersebut.
Dalam pesantren Salafiah Putri Al-Huda diajarkan bagaimana menjadi seorang perempuan muslim. Seorang muslimah yang baik menurut Islam adalah tidak diperbolehkan membantah suami; haram meminta cerai suami; selalu ikhlas menerima kekurangan dan kelebihan suami, termasuk jika suami berkehendak melakukan poligami; tidak boleh berkata lebih keras dari suaminya, sekalipun dalam menyatakan ketidaksetujuan; ikhlas menerima pembagian waris sekalipun hanya ¼ bagian (lebih kecil daripada bagian laki-laki). Pelajaran itu membuat Annisa beranggapan bahwa Islam sangat membela laki-laki. Islam meletakkan perempuan sangat lemah dan tidak menyeimbang. Sejak kecil Annisa selalu mendapatkan perilaku tidak adil dari Kyai. Dua orang kakanya belajar berkuda, sementara Annisa tidak boleh hanya karena dirinya perempuan.




Judul : Post Festum (Demokrasi dan Kesetaraan)











